Guru Pencak Silat Mengakui Terasa Berat Hadapi Generasi Milenial

silat cimande


Generasi Milenial, konon, merupakan generasi yang cukup berbeda dengan generasi nenek dan kakek kita. Dimana pada masa dahulu kala, setiap warisan budaya dan adat istiadat dari leluhur. Masih dipegang dengan erat. Hingga turun-temurun hal tersebut diwarisi. Sebab itu pula, kehadiran Pencak Silat masih bertahan hingga saat ini.

Namun, pergeseran budaya mampu membuat banyak warisan leluhur yang sudah tidak lagi diminati. Dimana modernitas merupakan godaan terbesar untuk generasi saat ini. Seperti misalnya mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama gawai atau gadget. Lebih menyukai sesuatu yang kreatif dan tidak monoton.

Cepat bosan adalah label yang melekat untuk generasi sekarang. Sebab itu, dibutuhkan bukan sekadar kesabaran untuk para pelatih agar anak didiknya tetap semangat latihan. Tapi, juga cara pendekatan yang berbeda. Anak generasi masa kini tak lagi mau bergerak dengan ancaman apalagi pukulan. Butuh usaha yang ekstra serta kalimat yang halus, tegas namun tidak menampakkan kekejaman.

Oleh sebab itu, tantangan yang cukup besar pula yang dihadapi oleh Pencak Silat. Warisan leluhur berupa bela diri khas Indonesia ini sedang digiatkan kembali. Agar mampu menjaring bibit-bibit unggul untuk atlet yang akan mewakili Indonesia di ajang kejuaraan nasional hingga dunia.


Lantas, apa saja cara yang tepat untuk membuat anak-anak generasi milenial ini tertarik berlatih dan konsisten?



Lakukan Pendekatan Yang Unik


Sobat Panther pernah mengadakan demo gerakan silat di depan anak-anak pelajar? Kalau belum pernah, bisa dicoba dengan melakukan gerakan tertentu yang bisa membuat anak-anak tertarik. Seperti misalnya, mengikuti gerakan artis Iko Uwais saat berakting di film laga. Berikan pendekatan dengan mengenalkan kepada mereka jurus-jurus tersebut. Dengan pendekatan seperti ini, maka anak-anak akan semakin penasaran dengan banyak jurus lain yang ada di pencak silat.



Pendekatan Melalui Hal Yang Masuk Akal



Generasi milenial tak lagi mengenal mitos. Karena itu, sampaikan kepada anak-anak. Mengapa harus berlatih Pencak Silat? Bukan lagi jawabannya untuk mewarisi peninggalan leluhur. Tapi, katakan pada mereka bahwa kejahatan itu selalu terjadi pada siapa saja. Dan, berikan fakta-fakta yang mudah dicerna oleh mereka. Seperti, kejahatan ketika tengah pulang sekolah. Kemudian, berikan mereka demo bagaimana jurus yang tepat saat mereka dihadang oleh orang jahat. Dengan pendekatan seperti ini, anak-anak akan paham alasannya.



Manfaatkan Keinginan Eksis Mereka Agar Konsisten



Setelah anak-anak mulai mau bergabung. Hal yang lebih berat akan dihadapi adalah cara membuat mereka konsisten. Tentunya, dukungan dari orang tua memang alasan utama seorang anak bertahan dengan satu hal. Tapi, selain itu ada lagi yang harus dilakukan oleh seorang pelatih. Yaitu, membuat mereka nyaman dengan menggandeng semua murid tanpa pilih kasih. Kemudian, ajak mereka menyalurkan ke-eksisan diri melalui rekaman foto atau video latihan. Setelah itu, unggah di kanal sosial dan bagikan setelah mendapat persetujuan mereka.




Eksistensi pada manusia milenial bukan saja sebagai pelengkap. Tapi, sudah menjadi kebutuhan dasar. Apalagi di zaman seperti saat ini. Memang butuh eksis agar tidak terkikis. Terutama, ke-eksisan ini ternyata mampu membuat banyak orang menjadikan kegiatan mereka yang bermanfaat tersebut sebagai portfolio yang bisa menjadi nilai tambah bagi instansi atau perusahaan.

Mengikuti perkembangan zaman bukan saja mengikuti tren terbaru. Tapi, juga mampu menghadirkan sesuatu yang bisa membuat generasi masa kini tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan positif. Berani terima tantangan? Yuk, latihan bareng Panther. Tiga kali dalam seminggu. Penasaran? Langsung datang saja ke Decathlon Bekasi.



Panther Martial Arts
Manajemen Bela Diri Di Bekasi
Website : https://www.panthermartialart.com/
Fanpage : Panther Martial Arts Indonesia
Email : panthermartialarts.indonesia@gmail.com
Instagram : @panthermartialart
Whatsapp : wa.me/6285217486696

Pages