Sang Guru Besar Taekwondo Berpulang

guru besar taekwondo
Master Bunawan



Tanggal 5 Oktober 2019, beberapa hari yang lalu, dunia Taekwondo tengah berduka. Seorang Guru Besar yang telah banyak berjasa pada kemajuan Taekwondo di Indonesia meninggal dunia. Beliau adalah Master Bunawan Sofyan.

Bagi para Taekwondonian, kehadiran beliau pasti akan tampak terlihat di setiap pertandingan yang diadakan di Jawa Barat. Seperti ketika terakhir kali beliau tetap hadir di acara Diklat dan ujian penguji nasional. Bersama dengan beberapa master lain seperti Master Sukanda, Simon dan Willem.

Sebenarnya, tim pengurus selalu memberikan dispensasi bagi para master-master Taekwondo ini untuk tidak ikut serta dalam demo uji kompetensi. Karena, usia para master ini yang sudah menginjak 70-an. Seperti mendiang Master Bunawan yang mengembuskan napas terakhir di usia 71.

Ada banyak teladan yang bisa dijadikan inspirasi bagi Sobat Panther. Terutama, dalam kehidupan mendiang Master Bunawan di dunia Taekwondo.



Mempelajari Taekwondo Secara Detil Dari Ahlinya



Saat ini, Sobat Panther tentu tidak asing dengan kalan media seperti Youtube. Tempat kita bisa mencari banyak informasi bermanfaat sesuai yang kita inginkan. Bahkan, banyak pula yang belajar jurus Taekwondo di rumah melalui beberapa saluran. Tapi, menurut Master Bunawan, berlatih jurus di rumah tanpa bimbingan dari Sabeum terlatih. Akan membahayakan diri sendiri. Tak hanya itu, tentunya Sobat Panther akan melewati pembelajaran filosofi gerakan dan ketepatan gerakan dalam jurus tertentu. Sebab itu, menurut Master Bunawan, berlatih jurus Taekwondo di rumah itu boleh. Asalkan untuk mempertajam gerakan atau melenturkan tubuh sambil mengingat kembali pelajaran yang diajarkan Sabeum di dojo.



Dedikasikan Diri Untuk Taekwondo




Master Bunawan selama ini sudah menunjukkan. Bahwa, usia tua bukan halangan untuk terus bergerak apalagi menghapal jurus Taekwondo yang sudah ia pelajari bertahun-tahun lamanya. Sebab itu, setiap ada kejuaraan apalagi uji kompetensi. Beliau tak akan segan-segan melakukan demo gerakan. Apalagi ketika para taekwondonian yang hadir tak sesuai gerakannya. Tentu akan menjadikan kelenturan dan ketajaman jurus tak sesuai dengan kaidah yang telah diajarkan. Sebab itu, bagi Sobat Panther yang baru saja bergabung bersama Taekwondo Indonesia. Tanamkan dalam diri sendiri untuk serius dan fokus berlatih. Agar bisa terus menunjukkan dedikasi diri demi kemajuan Taekwondo Indonesia.



Usia Lanjut Tak Membuatnya Berhenti Aktif



Kehadiran sang Master dalam setiap ujian. Tentu mendatangkan kebanggaan tersendiri bagi para panitia lomba. Namun, ada satu pelajaran dari kehadirannya yang senantiasa aktif di usia lanjut. Bahwa, Taekwondo bisa membuat Sobat Panther tetap aktif hingga tua nanti. Asalkan, konsisten berlatih sejak saat ini. Jadi, saat tua nanti, kondisi tubuh Sobat Panther tetap fit. Seperti Master Bunawan sang Guru Besar Taekwondo. Yang tak ingin mengalah dan memilih berhenti meski usianya tak lagi muda.




Kepulangan Master Bunawan ke Sang Maha Pencipta. Tentu meninggalkan duka mendalam. Terutama bagi mereka yang menjadikannya inspirasi. Teruslah berjuang dan berlatih untuk kemajuan Taekwondo. Karena, tentu itulah yang diinginkan sang Guru Besar. Contohlah dedikasinya terhadap Taekwondo dan bangsanya. Dengan terus belajar dan belajar tanpa mengenal lelah hingga hari tua.

Selamat jalan Master Bunawan. Semoga Tuhan menempatkanmu di sisi Tuhan yang terbaik. Dan, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap bersabar dan berlapang dada. Juga, untuk semua Taekwondonian yang ada di seluruh Indonesia tetap semangat berlatih dan berkarya.



Panther Martial Arts
Manajemen Bela Diri Di Bekasi
Website : https://www.panthermartialart.com/
Fanpage : Panther Martial Arts Indonesia
Email : panthermartialarts.indonesia@gmail.com
Instagram : @panthermartialart
Whatsapp : wa.me/6285217486696

Pages